Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Hikmah Keutamaan Zikir

Manfaat hikmah fadhilah keutamaan tujuan dzikir dan mengingat kepada Allah banyak dan hal ini akan memberikan dampak pengaruh yang positif bagi kehidupan seorang muslim baik didunia maupun di akherat kelak.

Anjuran perintah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT adalah berdasarkan pada Al-Quran yaitu QS. Al-Ahzab: 41-43 yang berbunyi dan artinya adalah sebagai berikut :
"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman."

Hikmah Keutamaan Zikir

Makna dan hakikat dzikir penting untuk diketahui dan dipahami oleh kaum muslimin. Berdzikir kepada Allah adalah menyebut nama Allah dengan mengagungkan kebesaran dan kemuliaan-Nya, dengan ucapan lisan disertai perenungan dalam hati tentang makna ucapan dzikir itu sendiri.

Yang termasuk dalam dzikir adalah bertasbih (menyucikan Allah dengan ucapan subhanallah), bertahmid (memuji dan menyanjung-Nya dengan ucapan alhamdulillah), bertakbir (mengagungkan-Nya dengan ucapan Allahu akbar), bertahlil (mentauhidkan/mengesakan-Nya dengan ucapan laa ilaaha illallah).

Juga termasuk melakukan shalat, membaca al-Qur’an, mempelajari ilmu agama, berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang maha indah atau sifat-sifat-Nya yang maha tinggi.

Zikir harus dilakukan setiap saat, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan bagaimanapun. Karena, Allah akan memberikan beragam keutamaan kepada orang yang banyak mengingat-Nya. Bahkan, Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik kepada ahli zikir.

Dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, "Siapa yang menyibukkan diri dengan mengingat-Ku, daripada meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari yang diberikan kepada orang yang meminta." (HR Bukhari).

Berdzikir kepada Allah mempunyai keutamaan dan kemuliaan yang sangat agung, bahkan termasuk amal shaleh yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah. Bahkan amal ini termasuk sebab utama yang menyuburkan keimanan kepada Allah dan menyempurnakan kedekatan dengan-Nya.

Tentu saja jika amalan-amalan doa dan dzikir ini dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk Allah yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah SAW.

Tujuan Manfaat Keutamaan Kemuliaan Dzikir Kepada Allah


Berikut ini adalah beberapa keutamaan hikmah dzikir mengingat Allah yang diambil dari beberapa sumber antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Dzikir mendatangkan kebaikan keberkahan keberuntungan dunia akherat. Karena memang Allah Ta’ala telah menjadikan zikir kepada Allah merupakan sebab datangnya keberuntungan di dunia dan di akhirat. Allah Ta’ala berfirman : "Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al-Anfal: 45).
  2. Cara jalan untuk mendapatkan ampunan dan pahala dari Allah. Allah Ta’ala berfirman : "Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)
  3. Orang yang banyak berdzikir, merekalah yang akan terlebih dahulu mendapatkan kebaikan di dunia dan akan terlebih dahulu masuk ke dalam surga. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Al-mufarridun telah mendahului." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah al-mufarridun itu?" Beliau menjawab, "Yaitu laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim no. 2676).
  4. Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.
  5. Memperoleh ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Iman dan kekuatan zikir serta hubungan dengan Allah menjadi stabilisator jiwa, sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dengan ketenteraman karena selalu ingat Allah.
  6. Mendatangkan rasa takut pada Rabb Allah Ta'ala dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir, akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.
  7. Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.
  8. Dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.
  9. Senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman : "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al Hasyr: 19).
  10. Orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An Nahl: 128).
  11. Dengan berdzikir doa akan dikabulkan. Keutamaan besar dzikir kepada Allah yang berhubungan dengan pengabulan doa seorang hamba. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Inilah faidah lain di antara faedah-faedah berdzikir dan memuji Allah . Maka do’a yang yang dibuka dengan berdzikir dan memuji Allah lebih utama dan dekat dengan pengabulan dibandingkan dengan doa yang tidak disertai (dzikir dan pujian kepada-Nya).
  12. Berdzikir kepada Allah adalah termasuk salah satu cara kiat tips untuk meningkatkan keimanan kepada Allah yang paling besar. Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: "Sesungguhnya berdzikir kepada Allah akan menumbuhkan, menyuburkan dan menguatkan pohon iman dalam hati. Setiap kali seorang hamba bertambah dzikirnya kepada Allah maka imannya semakin kuat, sebagaimana iman (yang benar) akan memotivasi untuk banyak berdzikir kepada Allah"
  13. Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya dan tertolaknya murka Allah. Allah Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur kepada Allah. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.
  14. Dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan dzikir tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir.
  15. Iman kepada Allah akan terus tumbuh dan bertambah kuat dengan berdzikir kepada Allah , membaca ayat-ayat al-Qur’an dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya. Ini semua jika dilakukan terus menerus maka lambat laun akan menjadikan iman seorang hamba menjadi sempurna, yang wujudnya berupa kemanisan dan kelezatan yang dirasakan dalam hatinya ketika dia berdzikir, membaca al-Qur’an dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.
  16. Dzikir sebagai sebab keselamatan dari azab dan bencana di akhirat. Dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah bersabda : "Tidaklah seorang manusia mengamalkan suatu amal (shaleh) yang lebih menyelamatkan dirinya dari azab Allah melebihi berdzikir kepada Allah". (HR Ahmad).
  17. Dijauhkan dari segala tipu daya setan dan marabahaya. Dengan seseorang rajin membaca zikir ma’tsurat misalnya di waktu pagi dan petang, maka ia terhindar dari segala marabahaya yang datang dari syaitan baik itu dari jenis manusia maupun jin. Tidak akan terkena terkena tipu daya setan, hipnotis, santet, pelet, dan ilmu hitam lainnya.
Lisan yang selalu berdzikir dan hati yang selalu bersyukur, dua sifat ini termasuk sebaik-baik bekal di dunia yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk dimiliki oleh orang-orang yang beriman dan mengharapkan keselamatan di akhirat nanti.
Rasulullah bersabda: "Harta simpanan yang paling utama (dalam kehidupan di dunia ini adalah) lidah yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri beriman (shalehah) yang selalu membantumu dalam (menjaga) imannya". ( HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).
Maka orang yang beriman dengan benar adalah orang yang ketika berdzikir kepada Allah maka hatinya menjadi takut dan tunduk kepada-Nya, yang semua itu menjadikannya selalu menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.

Karena bukti terbesar rasa takut yang benar kepada Allah adalah menjadikan orang tersebut menjauhi perbuatan dosa dan maksiat.
Read More

Keutamaan Amalan Bulan Muharram

Hikmah keutamaan makna dan amalan di tahun baru Islam 1 Muharram adalah tidak sedikit jumlahnya. Dan sebagai umat islam tentunya momentum tahun baru Islam 1 Muharram di tahun 2015 ini bertepatan dengan 1 Muharram 1437 H adalah untuk intropeksi diri dan meningkatkan keimanan ketakwaan.

Tentunya sebagai Umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Islam 1437 H tahun 2015 ini kita harus merefleksikan dan juga untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hijrah nabi secara kontekstual, yakni hijrah dari nilai-nilai yang buruk menuju penciptaan nilai yang lebih baik.

Masyarakat kita khususnya masyarakat jawa mengenal 1 muharram ini dengan sebutan bulan suro atau 1 suro bahkan berbagai kegiatan ritual budaya kepercayaan dengan sebutan malam 1 suro telah mengakar dalam masyarakat kita.

Keutamaan Amalan Bulan Muharram

Dalam sejarah tahun baru islam tahun baru Hijriah ini adalah dimulai dan dihitung dari saat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai permulaan Tarikh Islam (Tahun Baru Hijriyah).

Karena setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dakwah Islam mulai mencapai kejayaannya yang gemilang. Kalau sebelum hijrah ummat Islam adalah golongan yang ditindas dan disiksa oleh kaum Musyrikin.

Maka setelah Nabi hijrah kaum muslimin telah mempunyai kedudukan yang kuat dan telah terbentuk sebuah negara Islam yang memiliki peraturan, pimpinan serta undang-undang tersendiri.

Amalan-Amalan Bulan Muharram


Muharram berasal dari kata yang dalam Bahasa Indonesia artinya 'diharamkan' atau 'dipantang' yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Makna tersebut menandakan bahwa bulan Muharram akan menjadi bulan yang damai bagi seluruh umat.

Momen tahun baru Islam merupakan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiah (persaudaraan) sehingga dapat menghindari perpecahan dan perbedaan pemahaman sesama umat Islam.

Bulan ini adalah bulan di mana Allah muliakan dan Rasulullah serta para sahabatnya mengagungkannya. Sepatutnya juga kita mengagungkan bulan ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih, baik secara kuantitas dan kualitas.

Berikut dalil yang menjelaskan akan Keagungan Keutamaan Kemuliaan Bulan Muharram seperti yang tersebut di dalam Al-Qur'an surat At Taubah : 36 yang artinya adalah sebagai berikut :
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Bulan Muharram benar-benar sangat istimewa sebab disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan kepada lafazh jalalah Allah. Sebab disandarkannya bulan ini kepada lafazh jalalah Allah, ini-lah yang memperlihatkan keagungan dan juga keistimewaannya.

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya.

Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Amalan-Amalan Bulan Muharram

Ada beberapa amalan ibadah di bulan Muharram dan berikut beberapa amalan sunnah pada bulan Muharram seperti yang dilansir dari media website konsultasisyariah.com antara lain adalah seperti berikut ini :

Puasa Asyura (Puasa Tanggal 10 Muharram)

Hari Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamaannya oleh Rasulullah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pahala keutamaan puasa asyuro adalah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist yaitu Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura', kemudian beliau menjawab: "Puasa Asyura’ menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat." (HR. Muslim dan Ahmad).

Puasa Asyura ini adalah merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam, sebelum Puasa Ramadhan.

Memperbanyak Amalan Shalih dan Menjauhi Maksiat

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur’an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah juga mengatakan, "Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya."

Memperbanyak Puasa Di Bulan Muharram

Berikut ini adalah dalil disunnnahkannya memperbanyak puasa pada bulan muharram yaitu antara lain adalah sebagai berikut :
  • Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim).
  • Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan : "Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi Puasa Sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, cara berpuasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan yaitu antara lain sebagai berikut :
  1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
  2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11.
  3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para sahabat berkata: "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim).
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi.

Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.
Read More

Berbakti Memuliakan Orang Tua

Kewajiban menghormati kedua orang tua adalah merupakan suatu hal yang telah diwajibkan dalam ajaran Islam agama kita semuanya. Karena memang begitu besar dan banyak jasa kebaikan orang tua yang tidak mungkin kita balas dengan kebaikan yang sama. Semenjak dari dalam kandungan orang tua kita mendoakan kebaikan kepada kita dan menjaga kehamilannya tetap berjalan dengan sehat dan setelah lahir ibu kita menyusui kita tanpa meminta balasannya. Dalam Islam kita mengenal dengan Birrul Walidain.

Hukum Birrul walidain berbuat baik kepada orang tua adalah menurut para Ulama telah menyepakatinya adalah wajib hukumnya di dalam Islam. Dalil tentang berbakti dan menghormati orang tua salah satunya adalah tedapat dalam salah satu firman Allah Ta'ala dalam Al-qur'an yang berbunyi :"Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak." (QS. An Nisa’ : 36).

Perintah untuk berbuat baik kepada ibu bapak orang tua kita disini adalah maksudnya adalah perintah yang menunjukkan kewajiban. Kewajiban dalam hal perintah dalam rangka beribadah dan juga menyembah serta tidak berbuat syirik kepada Allah (menyekutukan Allah) dan pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi.

Kewajiban Berbakti dan Menghormati Memuliakan Orang Tua Ibu Bapak

Keutamaan Birrul Walidain

Amalan Yang Mulia.
Menghormati kedua orang tua adalah merupakan bagian dari amalan ibadah yang paling mulia. Hal ini seperti dalil dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengenai amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam : Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah? Bersabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya”, Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah". (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebab Masuknya Seseorang Ke Dalam Surga.
Hal ini seperti dalil yang tercantum dalam sebuah hadist Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah? Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga".(HR. Imam Muslim).

Sebab Diampuninya Dosa
Berbakti dan menghormati ibu bapak adalah merupakan salah satu dari cara dan juga hal yang bisa menyebabkan diampuninya dosa-dosa seseorang. Hal ini tercermin dalam Al-Qur'an mengenai perintah berbuat baik kepada orang tua yaitu yang artinya :"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….”, hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 15-16).

Cara Berbakti Menghormati Kedua Orang Tua

Ketika kedua orang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan berbagai pengorbanan tanpa mengharapkan balas jasa dari kita anak-anaknya. Pengorbanan itu tak hanya dalam hal tenaga, waktu dan materi, bahkan demi anak nyawa orang tua kita pun rela untuk dikorbankan.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan seorang anak dalam rangka memuliakan ibu bapaknya yaitu :
Lemah Lembut Dalam Bertutur Kata Kepada Orang Tua.
Jagalah setiap tutur kata kita sebagai anak agar senantiasa lemah lembut tatkala berbicara kepada orang tua. Menjauhi segala hal yang berkaitan dengan ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar. Kepada pimpinan atau bos tempat kita bekerja saja kita bisa berusaha santun (meskipun terkadang hanya basa-basi), maka kepada orang tua kita justru hal ini yang seharusnya kita bisa lebih lakukan yaitu dengan pun bisa bertutur lemah lembut kepada orang tua.

Senantiasa Bersikap Sopan dan Santun.
Tidak sekedar ucapan yang lemah lembut saja yang harus kita jaga sebagai bagian dari kewajiban seorang anak terhadap orang tua, namun juga disertai dengan sikap sopan dan santun terhadap orang tua. Contohnya mudahnya kita mengucapkan salam ketika pulang, tidak sekedar seperti orang masuk pasar atau lainnya. Terlebih lagi kita memang harus selalu untuk menjauhi sikap kurang ajar da menjauhi sikap kurang menghormati kepada orang tua kita.

Merawat Mereka Saat Usia Semakin Senja Tua
Saat kita masih kecil hingga kita dewasa orang tua merawat kita dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Saat kita sakit sejak kita bayi hingga dewasa, orang tua menjaga kita siang dan malam. Ingatlah bagaimana Ibu kita memandikan kita, menyuapi kita dengan telaten, memakaikan baju setiap hari, mengajari kita hal-hal yang baik, mengganti popok kita, dan lain sebagainya.

Sekarang kita bisa banyak melihat fenomena belakangan ini yang kita temui, anak-anak yang menaruh orang tuanya di panti jompo dikarenakan mereka lebih memilih menghabiskan semua waktu untuk mengejar nafsu duniawi. Sungguh kebanyakan orang tua akan merasa terabaikan dan prihatin dengan perlakuan seperti ini yang tentunya tidak layak dilakukan seorang anak kepada orang tuanya sendiri.

Menjaga Silaturahmi Dengan Kerabat Dan Kepada Teman Orang Tua.
Termasuk juga dalam ini adalah menyambung hubungan silaturahmi dengan teman atau sahabat dari orang tua kita yang telah tiada. Dalam syariat Islam bahwasanya dituntunkan untuk kita senantiasa menyambung tali silahturahmi dengan keluarga-keluarga dari orang tua kita yang telah tiada sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua. Kita usahakan meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah paman, pakdhe dan semisalnya.
Read More

Sunnah-Sunnah Puasa

Rukun adab syarat dan sunnah puasa haruslah diketahui dengan baik bagi kita selaku umat Islam ketika kita sedang menjalankan suatu bentuk ibadah. Termasuk dalam ibadah puasa ramadhan ini juga. Karena Rasulullah SAW telah banayak memberikan contoh puasa nabi yang sebagai umatnya kita juga perlu untuk meneladani dan menjalankan sunnah puasa Ramadhan juga.

Sunnah dalam puasa ramadhan adalah merupakan segala hal yang berkaitan dengan perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad s.a.w (disunnahkan) ketika sedang melakukan ibadah puasa. Inilah yang dimaksud dengan pengertian sunnah puasa itu sendiri. Dan juga tentunya bahwasannya menjalankan sunat puasa bila kita kerjakan dan laksanakan dengan baik akan meningkatkan kadar kebaikan dan amalan ibadah yang kita kerjakan asalkan sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Sunnah Adab Rukun Syarat Puasa

Dan berikut adalah sunnah puasa yaitu diantaranya :

Menyegerakan Dalam Berbuka Puasa.
Dan salah satu kebahagiaan orang mukmin yang berpuasa salah satunya adalah ketika sedang berbuka puasa. Dan segera berbuka puasa ketika adxan magrib berkumandang adalah merupakan salah satu adab sunnah Rasulullah SAW berpuka puasa. Hal ini juga tercantum dalam sebuah hadist yang menjelaskan keutamaan bersegera dalam berbuka puasa yaitu Diceritakan dari Sahal Ibn Sa’ad, Rasulullah s.a.w, bersabda:"Manusia selamanya dalam kebaikan, selama ia menyegerakan berbuka puasa". (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Membaca Doa Berbuka Puasa.
Doa orang berbuka puasa adalah merupakan salah satu doa yang makbul dan tidak ditolak. Hal ini adalah berdasarkan atas penjelasan hadist Rasulullah SAW mengenai doa buka puasa yaitu :"Tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka, yaitu : seorang yang berpuasa ketika berbuka, seorang imam yang adil dan do’a orang yang teraniaya." (HR. Imam Turmudzi).

Dan ini termasuk dalam keutamaan doa berbuka puasa yaitu salah satunya seperti yang tercantum dalam sebuah hadist yang berbunyi :"Pada setiap berbuka, Allah mempunyai (orang-orang) yang akan dibebaskan (dari neraka)". (HR. Ahmad ).

Berbuka Puasa Dengan Kurma.
Dan yang termasuk dalam meneladani sunnah-sunnah Rasulullah di dalam Bulan Ramadhan ini adalah ketika berbuka puasa pertama kali adalah dengan menggunakan atau pun makan kurma. Berbuka puasa diawali dengan memakan buah kurma, dan apabila tidak menemukan buah kurma atau tidak memilikinya, maka dianjurkan untuk meminum air putih terlebih dahulu sebelum memakan dan minum yang lainnya. Dan ini juga termasuk dalam keutamaan buka puasa dengan kurma.

Dalil hadist mengenai hal ini adalaha sebagai berikut. Dari Anas r.a ; "Nabi s.a.w, apabila ia berbuka puasa denga kurma gemading, sebelum Beliau shalat, apabila tidak ditemukannya, ia berbuka dengan kurma biasa, kalau tidak ditemukannya, Beliau berbuka dengan beberapa teguk dari air putih". ( Hadits Shahih, HR Abu Daud, Tirmidzi ).

Mengakhirkan Makan Sahur.
Janganlah menyepelekan makan sahur ini. Karena dalam sahur terdapat keberkahan. Dan hikmah keutamaan sahur yaitu adalah karena dalam sahur mengandung keberkahan dan juga membedakan kita umat Islam dalam berpuasa dengan puasanya kaum yahudi, nasrani.
Dari Anas r.a; Rasulullah SAW bersabda: "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah". (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Dzar r.a : Rasulullah SAW bersabda : "Tidak akan hilang sifat kebaikan pada diri manusia, selama ia mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa". (HR. Ahmad).

Meninggalkan Perbuatan-Perbuatan Tercela Dan Berkata Kotor Dusta.
Berpuasa adalah bukan hanya sekedar dari menahan rasa lapar dan dahaga saja. Maka ketika sedang berpuasa baik itu puasa sunnah, puasa yang wajib maka perbuatan-perbuatan buruk dan tercela serta berkata dusta harus kita jauhi dan tinggalkan. Apalah artinya ketika kita berpuasa, tetapi mulut tangan dan kaki kita tidak berpuasa dari kejahatan dan keburukan.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah sunnah dan juga wajib ketika berpuasa. Dan semoga kita bisa menjalankan akan berbagai contoh rasulullah Muhammad SAW dalam berpuasa juga.
Read More

Kewajiban Suami Memberikan Nafkah

Kewajiban ayah suami dalam sebuah keluarga tidaklah sedikit. Karena memang tanggung jawab seorang suami sebagai kepala keluarga tidaklah mudah. Dan salah satu bentuk tanggung jawab orang tua adalah dalam hal ini ayah kepala keluarga adalah memberikan nafkah kepada anak dan istrinya. Dalam hal memenuhi kewajiban suami memberikan nafkah ini tak sedikit orangtua yang bekerja keras dalam hal mencari nafkah. Dalam hal ini syariat yang ada dalam agama kita bahwa memberi nafkah bukan sekedar tuntutan, namun di sana ada janji pahala bagi yang menunaikannya.

Dan dalil mengenai tanggung jawab kepala keluarga memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak telah ada dalam firman Allah Ta'ala yaitu yang artinya :"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah ayat 233 ).

Kewajiban Suami Ayah Memberikan Nafkah Kepada Keluarga

Memberi nafkah kepada anak-anak bukan tuntutan kehidupan semata, namun akan membuahkan pahala jika diniatkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak hanya itu, dalam kerangka kewajiban memberikan nafkah ini ada permasalahan lain yang harus pula diperhatikan yaitu tentang masalah kehalalan nafkah yang kita berikan. Karena memang nafkah yang halal lah yang akan memberikan manfaat dunia akherat kepada anak sitri dan juga keluarganya.

Berikut adalah dalil hadist mengenai memberikan nafkah adalah juga dianggap sebagai sedekah yaitu hadist Rasulullah SAW yang artinya
:"Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika kamu mensedekahkan kelebihan hartamu, itu lebih baik bagimu daripada kamu simpan, karena hal itu akan lebih berbahaya bagimu. Dan kamu tidak akan dicela jika menyimpan sekedar untuk keperluan. Dahulukanlah memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggunganmu. Tangan yang di atas adalah lebih baik, daripada tangan yang di bawah." (HR. Muslim).

Dan ada beberapa hikmah keutamaan memberikan nafkah kepada keluarga yaitu :
  • Mendapatkan Pahala Sedekah. Hal ini tercermin dalam sebuah hadist yang berbunyi :"Abu Mas’ud Al Badri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : "Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya karena Allah, maka pahala nafkahnya itu sama dengan pahala sedekah." (HR. Muslim).
  • Mendapatkan Pahala atas apa yang dinafkahkan kepada istri dan anak-anaknya. Hal ini tercermin dalam haist yang berbunyi : Dalam hadits Saad bin Malik diceritakan bahwa Nabi bersabda : "Sesungguhnya, meskipun engkau memberikan nafkah kepada keluargamu sendiri, engkau tetap memperoleh pahala, sampai sekerat makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu." (HR. Bukhari).
Dan hal ini juga termasuk dalam hal kewajiban suami terhadap istri yang harus ditunaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab oleh para kepala keluarga yaitu seorang ayah juga.
Read More

Mahram Haram Dinikahi

Mahram adalah merupakan bagian dari keluarga yang berasal dari keluarga perempuan yang tidak boleh untuk dinikahi. Inilah yang dimaksud dengan pengertian mahram dalam islam.

Sedangkan kata mahram dalam bahasa Arab artinya adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam.

Di Indonesia kita lebih mengenal dengan istilah muhrim.

Jenis kelompok mahram ini terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
  1. Mahram karena nasab (keturunan).
  2. Mahram karena penyusuan.
  3. Mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).
Definisi mahram seperti apa yang telah diutarakan oleh Imam an-Nawawi yang termasuk dalam batasannya adalah setiap wanita yang haram untuk dinikahi selamanya, disebab sesuatu yang mubah, atau karena sebab statusnya yang haram. (Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi, 9:105).

Mahram Haram Dinikahi

Beberapa golongan orang yang termasuk haram dinikahi karena keturunan adalah sebagai berikut :
  • Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Anak perempuan (putri), cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu
  • Saudara perempuan bapak (bibi), saudara perempuan kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
  • Saudara perempuan ibu (bibi), saudara perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
  • Putri saudara perempuan (keponakan) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
  • Putri saudara laki-laki sekandung, seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
Dalil mengenai larangan menikahi wanita yang haram untuk dinikahi karena mahram jenis ini adalah Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an yaitu QS. An-Nisa: 23 yang artinya :"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan…".

Maksud dari larangan untuk menikahi mahram karena sebab saudara penyusuan adalah seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan miliknya melainkan milik suami yang telah menggaulinya sehingga memproduksi air susu.

Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut. Kemudian penyebutan saudara susuan secara mutlak, berarti termasuk anak kandung dari ibu susu, anak kandung dari ayah susu, serta dua anak yang disusui oleh wanita yang sama.

Yang masuk dalam kelompok mahram karena sepersusuan.
  1. Wanita yang menyusui dan ibunya.
  2. Anak perempuan dari wanita yang menyusui (saudara persusuan).
  3. Saudara perempuan dari wanita yang menyusui (bibi persusuan).
  4. Anak perempuan dari anak perempuan dari wanita yang menysusui (anak dari saudara persusuan).
  5. Ibu dari suami dari wanita yang menyusui.
  6. Saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  7. Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusui (anak dari saudara persusuan).
  8. Anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.
  9. Istri lain dari suami dari wanita yang menyusui.(id.wikipedia.org)
Sedangkan yang masuk dalam kategori larangan dinikahi oleh karena sebab pernikahan adalah :
  • Ibu istri (ibu mertua), nenek istri dan seterusnya ke atas, meskipun hanya dengan akad.
  • Anak perempuan istri (anak tiri), jika si lelaki telah melakukan hubungan dengan ibunya.
  • Istri bapak (ibu tiri), istri kakek (nenek tiri), dan seterusnya ke atas.
  • Istri anak (menantu perempuan), istri cucu, dan seterusnya kebawah.
Read More

Mensyukuri Nikmat Sehat Dalam Islam

Nikmat sehat dalam Islam adalah merupakan salah satu dari dua macam kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan juga nikmat kelapangan waktu atau kesempatan. Hal ini tercentum dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yaitu "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya, yaitu kesehatan dan kesempatan". (HR.Bukhari dari Ibnu Abbas). Untuk itulah kita juga memerlukan pengetahuan akan bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah termasuk dalam hal nikmat yang satu ini.

Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus, dengan berbagai macam bentuk lahir dan batin. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai dalam memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan sesuatu pun oleh Allah. Disebabkan ia tidak bersyukur kepada Allah dan tidak merasakan bahwa Allah telah memberi kepadanya sangat banyak dari permintannya.

Cara Mensyukuri Nikmat Allah

Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan bagian dari bagian dari keimanan kita kepada Allah Ta'ala. Dan nikmat yang sangat besar bagi manusia adalah nikmat iman itu sendiri. Termasuk orang yang menyia-nyiakan nikmat Allah adalah orang yang menggunakan nikmat Allah tidak pada tempatnya, atau menggunakan nikmat Allah untuk kemaksiatan. Untuk itulah kita perlu mengetahui akan hakikat dan cara mensyukuri nikmat Allah atas limpahan karuniaNya atas diri kiri kita semuanya.

Kita seringkali baru merasakan akan berbagai macam kenikmatan hidup sehat adalah ketika kita sedang sakit. Dalam keadaan kita sakit itulah kita baru menyadari akan berbagai hal kenikmatan hidup ketika dalam keadaan badan dan tubuh yang sehat.

Ada beberapa hal yang berhubungan dengan cara mensyukuri nikmat sehat karunia dari Allah Ta'ala yaitu dengan cara :

Meyakini dalam hati bahwa nikmat yang diterima semata-mata pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seorang yang beriman seharusnya tidak menisbatkan (mengarahkan sebab timbulnya) nikmat kepada kekuatan, kepintaran, keberaniannya, dan semisalnya. Sebagai contoh Nabi Sulaiman alahi salam tatkala singgasana Ratu Saba’ bisa didatangkan di hadapannya dalam tempo sekejap, maka beliau berkata: "Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)." (QS. An-Naml: 40).

Memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala karunia-Nya.
Ini dilakukan dengan cara mengucapkan puji syukur dan menceritakannya secara lahir. Karena, dengan selalu mengingat dan menceritakan (bukan untuk kesombongan) pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendorong untuk bersyukur. Hal itu karena manusia mempunyai tabiat menyukai orang yang berbuat baik kepadanya.

Menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu bentuk realisasi kita terhadap mensyukuri nikmat Allah dan sehat ini adalah dengan berbuat taat dalam beribadah bukan malah sebaliknya yaitu untuk berbuat maksiat. Karena pada dasarnya hal ini adalah merealisasikan beragam amal shalih sebagai bentuk mensyukuri nikmat.

Memelihara Kesehatan Badan.
Cara menjaga kesehatan badan yaitu yaitu bisa dengan jalan antara lain tidak merokok dan tidak meminum – minuman keras beralkohol karena dalam hal kedua tersebut banyak mudharat dan akan menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita juga. Tidak berjudi yang ini adalah haram hukumnya yang dapat membuat seseorang menjadi salah satu dari penyebab stress dan juga pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit stroke.

Mengatur Pola Makan, Istirahat dan Olahraga.
Cara kedua ini lebih mudah kita sebut dengan menjalankan pola hidup yang sehat. Karena dengan menjalankan pola hidup sehat akan bagian dari cara dan tips mensyukuri nikmat sehat dalam Islam yang bisa kita coba terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Menjaga Kebersihan.
Islam juga memberikan perhatian dalam rangka menjaga kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat dengan adanya anjuran dan perintah menjaga kebersihan. “Annadha fatu minal iiman” kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman. Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya untuk mencapai kesehatan dan bagian dari sekian banyak tips kesehatan. Dengan fisik yang sehat kita akan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih fokus dalam bekerja-belajar, lebih siap mengemban amanah, lebih totalitas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Demikian beberapa cara tips mensyukuri nikmat Allah yang berupa kesehatan kepada kita semuanya. Dan semoga kita dijauhkan dari sifat kufur nikmat dan kita termasuk dalam hamba-hambaNya yang pandai mensyukuri berbaagai macam kenikmatan yang datangnya dari Allah.
Read More